Jerussalem –Pergerakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai semakin agresif di tengah memuncaknya konflik antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran. Sejumlah langkah yang diambil Washington disebut-sebut berisiko menyeret AS ke dalam krisis yang lebih dalam.
Sejumlah pengamat menilai, keberpihakan penuh Trump terhadap Israel kini tidak lagi realistis. Kebijakan tersebut bahkan dianggap mulai mengorbankan kepentingan nasional AS serta merugikan negara-negara sekutu.
“Peluang terciptanya perdamaian semakin kecil jika pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan ambisi dan konfrontasi,” ujar seorang analis geopolitik.
Lebih jauh, kondisi ini dinilai berpotensi merusak citra global Amerika Serikat sebagai penjaga perdamaian dunia dan pelopor hak asasi manusia. Jika berlanjut, dominasi global AS bisa tergeser oleh kekuatan lain seperti Rusia dan China.
Israel Gempur Lebanon
Di tengah ketegangan, Israel justru memperluas operasi militernya dengan menggempur wilayah Lebanon. Serangan udara dan rudal dilaporkan menghantam sejumlah titik, termasuk wilayah sekitar Beirut.
Operasi darat juga dilancarkan dengan target kelompok Hizbullah. Akibatnya, ratusan korban sipil dilaporkan jatuh dalam serangan yang berlangsung sepanjang hari.
Eskalasi konflik di Timur Tengah pun semakin tak terkendali, terlebih di tengah kondisi Gaza yang hingga kini masih menjadi sorotan dunia internasional. Situasi ini turut dibahas dalam forum global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan NATO.
Sekutu Mulai Menjauh dari AS
Di sisi lain, sejumlah sekutu utama AS mulai mengambil jarak. Negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, Australia, Spanyol, hingga Jepang dilaporkan menolak terlibat langsung dalam konflik di kawasan.
Penolakan tersebut terutama terkait rencana operasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang kini berada dalam kondisi genting.
Padahal sebelumnya, Trump sempat memberi sinyal agar sekutu turut terlibat dalam operasi militer. Namun, kekhawatiran akan eskalasi besar membuat banyak negara memilih abstain.
Selat Hormuz Membara, Biaya Perang Membengkak
Selat Hormuz dilaporkan telah diblokade selama lebih dari dua pekan oleh Iran. Kondisi ini memicu bentrokan langsung antara militer AS dan IRGC Iran.
Sejumlah kapal dan fasilitas militer dari kedua pihak dilaporkan hancur. Amerika Serikat bahkan telah mengirim kapal induk tambahan, termasuk USS George H.W. Bush, ke kawasan tersebut.
Biaya perang pun membengkak. Dalam enam hari pertama, AS disebut telah menghabiskan lebih dari Rp200 triliun, dengan biaya harian mencapai Rp16–33 triliun.
Tak hanya itu, sekitar 5.000 pasukan marinir AS telah dikerahkan ke kawasan bersama ratusan kendaraan tempur sebagai persiapan operasi darat.
Situasi Kian Tak Terkendali Pasca Tewasnya Khamenei
Situasi semakin memanas sejak tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan yang terjadi di Teheran pada akhir Februari lalu.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan besar ke wilayah Tel Aviv serta pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Ratusan roket dan drone dilaporkan terus diluncurkan, termasuk menargetkan kapal perang dan kapal dagang di Selat Hormuz.
Iran juga mengeluarkan peringatan keras, melarang kapal-kapal AS dan Israel melintasi jalur tersebut. Sementara kapal dari negara lain masih diizinkan melintas dengan syarat transaksi menggunakan mata uang Yuan China.
Arah Baru Politik Global
Keengganan sekutu AS untuk terlibat langsung dinilai sebagai sinyal perubahan besar dalam peta politik global.
Pengamat menilai, jika konflik ini terus berlanjut tanpa solusi diplomatik, bukan tidak mungkin akan terjadi pergeseran aliansi global—yang berpotensi menguntungkan Iran dan China.
Di tengah situasi yang semakin kompleks, dunia kini menanti apakah konflik ini akan mereda atau justru berkembang menjadi krisis global yang lebih luas. (***)
Taheran, KMN -- Hingga Minggu (23/2) Taheran menyatakan siap tempur, dan bersumpah akan melancarkan serangan…
Petugas Kepolisian membakar sejumlah obyek yang dicurigai sebagai peralatan tambang di daerah Muarobodi, Kecamatan IV…
Tel Aviv, Sijunjungpost — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan tengah menggodok rencana kontroversial untuk…
Gaza Palestina, KMN – Sebuah armada kapal sipil berskala besar dijadwalkan akan berlayar menuju Jalur…
Palembang, KMN - Sebuah rumah mewah milik Haji Sutar (HS), seorang pengusaha yang dijuluki "Crazy…
Beirut, KMN – Dalam pidato berapi-api yang disiarkan televisi, Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sheikh Naim…