KMN, Jakarta — Sekjen NATO Mark Rutte menuding Rusia akan menargetkan Eropa jika China benar-benar menyerang Taiwan. Rutte mengaku, ia mendapatkan informasi bahwa risiko serangan China ke Taiwan semakin meningkat.
Menurut Rutte, sebelum China benar-benar menyerang Taiwan, Beijing akan menghubungi Rusia dan meminta Moskwa untuk membuat NATO tetap sibuk di Eropa.
“Berdasarkan pada banyak diskusi yang telah kami lakukan dan tentu saja apa yang kami ketahui dari sumber-sumber kami, bahwa risikonya semakin meningkat bahwa Xi Jinping, Presiden China dan Sekretaris Jenderal Partai Komunis, sebelum dia akan menyerang Taiwan, pertama-tama akan menelepon ke Moskwa. Mitranya yang paling junior dalam hal ini, yaitu Vladimir Putin, untuk memintanya agar kita tetap sibuk di bagian Eropa,” kata Rutte.
Ketegangan global terus bergulir, menyusul semakin masifnya aksi eropa terhadap China akhir-akhir ini. (KMN-01)
Jerussalem --Pergerakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai semakin agresif di tengah memuncaknya konflik antara…
Taheran, KMN -- Hingga Minggu (23/2) Taheran menyatakan siap tempur, dan bersumpah akan melancarkan serangan…
Petugas Kepolisian membakar sejumlah obyek yang dicurigai sebagai peralatan tambang di daerah Muarobodi, Kecamatan IV…
Tel Aviv, Sijunjungpost — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dikabarkan tengah menggodok rencana kontroversial untuk…
Gaza Palestina, KMN – Sebuah armada kapal sipil berskala besar dijadwalkan akan berlayar menuju Jalur…
Palembang, KMN - Sebuah rumah mewah milik Haji Sutar (HS), seorang pengusaha yang dijuluki "Crazy…